Minggu, 01 September 2013

survival di kontrakan

hmm.. ini jadi lebih seperti kepada insting alami manusia manapun yang terdesak akan sesuatu hal yang sudah menjadi kebutuhan hidupnya, barangkali.

kalau diambil dari maknanya survival itu berasal dari kata survive yang artinya bertahan hidup atau berusaha tetap hidup, sedangkan kontrakan gue ga perlu panjang lebar untuk ngejelasinnya karena jelas lu sedikit gimana gitu kalau ga tau artinya.  jadi, kesimpulannya ini bukan kisah tiga babi cilik dan seekor serigala.


sabtu itu seperti biasa di kontrakan manapun, gue bangun pagi dengan sedikit gemericik lantunan merdu lagu strickennya disturbed yang lupa gue matikan sesaat seblum tertidur. dengan perut keadaan tinggal 5% lagi gue mencoba melihat sisa2 uang yg gue miliki. buntu, akhirnya gue memilih berdoa berharap dan meminta dengan penuh kesabaran dengan yang diatas agar diberi petunjuk dimana makanan gratis berada dan ya, gue bohong. yang gue lakuin saat itu iyalah ngesms ibu gue dengan kata yang lembut apakah ada makanan yang bisa di bawa ke kontrakan.

dan wow! jadilah kokocrunch. muka gue langsung senyum2 ga jelas kayak disinetron2 itu waktu ngebaca sms yang isinya "yaudah, sekarang akoh gerak aja ke kenanga, kebetulan bunda lagi dapat job ini di resto kenanga". gausah bingung dengan kata 'bunda' dan 'akoh' di dalam kalimat itu karena emang bukan itu permasalahannya.

tanpa basa basi. gue langsung ngelakuin apa yang gue denger di lagu bangun tidur yang cukup populer namun tanpa kata 'mandi' di dalamnya dan bergerak menuju restoran kenanga. sesampainya disana gue lari2 menuju main areanya dan ngelirikin makanan yang ada dihidang disitu, uiihh *angrybird voice*. dalam waktu yang kurang untuk menyanyikan lagu satu satu aku sayang ibu tiba2 gue di geplak dari belakang tanpa sebab dan oke, itu ibu gue. dengan penuh cengengesan dan rasa lapar di perut, gue menyalam ibu gue. dan tanpa diduga, ternyata ayah dan emir adik gue paling kecil ternyata juga ada disana karena ayah rupanya juga jadi cameraman di acara tersebut.

setelah jam makan siang berbunyi, para tamu diperbolehkan untuk makan siang dan mengambil makanan yang telah dihidangkan. dengan aba2 dari ibu yang melambaikan tangan lalu mengacungkan jempol seakan menjadi kode yang artinya "cepetan ambil makan sana!", gue pun bergegas menuju hidangan makanan yang terhampar luas.

 saat mengambil makanan, dengan gaya yang cool abis dan ga mati gaya gue pun mengambil satu persatu aneka makanan yang tersedia. tiba dibagian 'main item' atau katakan saja ayam semur, dengan curi2 pandang terlebih dahulu akhirnya gue pun mengambil 2 main item tersebut dengan maksud tertentu.

lalu gue pun menggasak makanan tersebut dengan lahap dan menghabiskan seluruh item termasuk satu main item di piring cantik itu. kalau elu mikir satu main item lagi kemana karena gue tadinya ngambil dua jawabannya adalah karena yang satunya lagi gue bungkus pake tisu untuk makan malam gue di kontrakan ntar, puas lo?!

sesaat setelah hasrat gue terpenuhi, tanpa bla bla bla gue pun pamit pulang sama ortu gue dan sekitar jam 3 sore gue pun nyampe di kontrakan tercinta. gue buka pintunya, gue lihat sekitar keliling rumah gue sebentar, dan tanpa rasa bersalah akhirnya gue pun tertidur pulas. ibarat pepatah bilang, kenyang perut cem orang mati.

kurang lebih pukul 9.45 malam. perutpun mulai tak bersahabat lagi. mules kagak jelas dan terus terusan begitu. karena keadaannya semakin menjadi jadi akhirnya gue ambil kesimpulan kalau gue, KELAPARAN. ambil ancang -ancang... hidupin kereta.. dan ya.. zamzam here i come!

dengan pulang ke kontrakan membawa sebungkus nasi bertuliskan zamzam, gue pun memulai acara yang indah itu.


 disitu lu bisa liat ada nasi, sambal terasi *bc, mangkuk minum, dan ya.. yang paling mencurigakan ialah cup aqua dengan ayam semur itu. itu adalah hasil jerihpayah gue di kenanga siang tadi. huahahahaha! *ketawa iblis*

nah, jadi itulah contoh yang tak patut ditiru sebenarnya namun boleh sekali2 dilakukan kalau kepepet. sekian dulu ya. dadaaaaaa emmmaaah!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar